Bara di Jiwa
Hening jiwa lara hatiku
Merintih hati sakit
Terkikis bersama hancurnya jiwa
Tak kuasa diri menahan
Gejolak membara dijiwa
Rintihan demi rintihan
Tangisan demi tangisan
Hingga mata tak dapat terbuka
Tak dapat merubah sifatmu padaku
Kemarau berganti hujan
Hujan berganti kemarau
Hatimu masih tertutup
Bagai malam tanpa cahaya
Kuingin lepaskan tapi aku cinta
Kuingin menahan namun aku tersiksa
Hingga kini kutanamkan benih kesabaran
yang kuharapkan mampu menghadang rasa ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar