Rabu, 12 Juni 2013

sahabat untuk dikenang


SAHABAT UNTUK DIKENANG



Hujan mengguyur  senja
Senja penuh angan-angan
Di bawah rinai hujan
Kumeneteskan air mata ini

Aku memikirkanmu, ku merindukanmu
Di genangan rintikya
Aku melukis kenangan kita
Masa-masa dahulu kita bersama

Oh sahabat…
Dengarlah simponi  hati
Alunan rinduku
Ada rasa rindu menggebu
Ada rasa ingin bertemu
Namun hanya bayangan semu
Tak bisa menjadi nyata

Ya Allah…
Ya Tuhanku…
Rindu ini begitu menyakitkan kalbuku
Sahabat tercinta meninggalkan aku

Sahabatku…
Doaku selalu mengiringimu
Semoga engkau tenang di alam sana

Jumat, 07 Juni 2013

Ibu

Ibu


Jerit meronta waktu itu
Hati tersayat bagai sembilu
Pedih. . .
Tak terbayangkan olehku

Tangis menderu
Sakit menusuk kalbu
Engkau tetap maju
Demi lahir buah hatiku

Oh Ibu. . .
Maafkan aku bisa membahagiakanmu
Tapi aku berjanji untukkmu
Bahwa. . .
Aku kan memberikan yang terbaik untukmu
Sepanjang waktu. . .

Kembali

Kembali


Dahulu kau bersamaku
Seiring berjalannya waktu
Kau pergi dengan yang baru
Kau tinggalkan aku
Sedih hatiku

Kini kau kembali padaku
Membawa janji yang baru
Janji begitu indah untukku
Seperti ku terbang tak kenal waktu

Merajut Kembali cinta yang lalu
Menyalakan lagi api-api cinta untukku
Bermelodikan kata-kata indah berlagu
Indah bersamamu

Rabu, 05 Juni 2013

Aku Mencintaimu Seperti Engkau Mencintai-Nya

Aku Mencintaimu Seperti Engkau Mencintai-Nya


Sejuta langkahku ingin menemuimu
Sejuta kata ingin ku sampaikan padamu
Bahwa. . .
Aku mencintaimu seperti engkau mencintai-Nya

Sejuta insan menjalin cinta
Cinta kekal dan abadi
Namun tak ada yang melebihi
Cintamu pada-Nya yang Kuasa

Kuasai dunia
Kuasai jagad raya
Hanya Sang Maha Kuasa

Selasa, 04 Juni 2013

Rindu

Rindu


Kalbu menggebu
Saat dilanda rindu
Rindu padamu
Ingin bertemu

Rindu menyiksa kalbu
Ingin rasanya melepas rindu
padamu
Namun apa dayaku
Sejuta langkah ingin bertemu
Pilu. . .

Long Distance Relationship
Ingin cepat berlalu
Agar alunan rindu
Tak menjadi siksaku

Belahan Jiwa

Belahan Jiwa


Kau adalah sang surya
Yang menerangi hariku
Selalu ku rindukan sinarmu
Kau adalah tetesan embun pagi
Yang memberikan kesejukan
Selalu kurindukan kesejukanmu

Kau adalah bintang hatiku
Menyala-nyala dirongga hatiku
Memberikan kesempurnaan
Kau adalah belahan jiwaku

Wahai kau yang disana
Tetaplah menjadi penerang hidupku
Tetaplah menjadi petunjuk jalanku
Disetiap hembusan nafasku

Bersamamu indah dunia
Bersamamu tak bosan ku lalui semua
Bersamamu benderang hidupku
Kau belahan jiwaku

Terima Kasih

Terima Kasih

Awalnya ku hanya memperhatikan dirimu
Ku tatap dua bola matamu penuh kehangatan
dan ternyata....
Telah lama aku pendam rasa ini padamu

Aku yang ingin Singgah dihatimu
Mengisi kekosongan hatimu
Tapi. . .
Aku yang takut
Aku yang tak ingin
Engkau tau perasaanku padamu
Aku takut engkau tak membalas cintaku

Namun. . .
Semakin yakin aku tentang perasaanmu
Saat kau ungkapkan perasaan yang sama padaku
Begitu riang, begitu senang
Bagai bumi hanyalah tertanam bunga yang bermekaran
Yang selalu menyapaku
Bagai bintang dan bulan
Selalu menyinari kemana langkahku berpijak
Sungguh tak kuduga kau juga cinta padaku

Terima kasih cinta
Kau satukan dua hati yang awalnya tak satu
dan menjadi satu dalam ikatan
Kasih sayang yang tulus